Sabtu, 10 Oktober 2020

Keuntungan Dan Kerugian Reksadana Bagi Investor

             


            Bagi anda yang ingin memulai sebuah investasi reksadana perlu mengetahu apa saja keuntungan dan kerugian, sehingga tidak akan menyesal dikemudian hari. Tentu saja sebuah investasi sama dengan dengan anda berbisnis, pasti ada keuntungan maupun kerugiannya.
 

            Ada beberapa keuntungan dan kerugian reksadana bagi investor, yang mana setiap hal ini harus anda perhatikan dengan betul, sehingga mampu memaksimalkan keuntungan maupun meminimalkan kerugian.

Keuntungan Reksadana Bagi Investor
 

1.        Manajer profesional yang mengelola reksadana
 

            Seorang manajer investasi dalam reksadana tentulah orang yang profesional dan memiliki keahlian khusus dalam bidang pengelolaan dana. Karena manager investasi berperan sangat penting dalam reksadana terutama untuk melayani investor yang tidak memiliki banyak waktu dan jarang melakukan riset pada perusahaan yang diinvestasikan secara langsung. Sehingga peranan manajer investasi disini menjadi sangatlah penting dan tak tergantikan, selain harus mengelola dana para investor mereka juga harus memberitahukan informasi mengenai bursa dan juga pasar modal kepada para investor.
 

2.        Transparani informasi
           Seperti yang sudah saya bahas pada poin pertama, semua informasi mengenai bursa maupun pasar modal akan diberitahukan kepada investor mengenai perkembangannya, sehingga para investor dapat memantau keuntungan, biaya maupun kerugian setiap harinya.
Mengumumkan nilai aktiva bersih setiap hari adalah tugas dari manager investasi, biasanya dilakukan bisa melalui surat kabar, menerbitkan laporan keuangan tenah tahun, laporan tahunan dan membuat prospectus secara teratur.
 

3.        Biaya rendah
           Lantaran reksadana merupakan sekumpulan dana dari para investor, maka untuk memulai investasi pada reksadana biaya yang dibutuhkan relatif lebih rendah ketimbang anda melakukan investasi langsung pada bursa efek.
 

4.        Lebih aman
           Tentu saja melakukan investasi reksadana lebih aman ketimbang melakukan investasi langsung di bursa efek, selain itu dana investor juga tidak akan dipegang langsung oleh perushaan maupun manajer investasi, melainkan akan dititipkan kepada bank kustodian, yang mana merupakan bank khusus yang memberikan rekening bagi para investasi reksadana,
 

5.        Potensi pengembalian tinggi
           Investasi reksadana memberikan keuntungan jangka panjang  dan sangat cocok untuk dijadikan alternatif dalam berinvestasi. Reksadana menjamin para investornya untuk dapat mempersiapkan rencana hari tua, rencana dana pendidikan dan rencana jangka panjang lainnya.


 


Kerugian Reksadana Bagi Investor
 

1.        Resiko pasar
           Harga instrument investasi reksadana mengalami penurunan akan membuat pasar saham menurun secara drastis.
 

2.        Resiko default
           Apabila sebuah perusahaan reksadana mengalami kesulitan finansial, setelah manajer investasi membeli obligasi milik emiten. Hal ini akan mengakibatkan pihak emiten terpaksa tidak membayar kewajibannya.
 

3.        Penurunan nilai aktiva bersih
           Penurunan instrument investasi reksadana bisa saja terjadi kapan saja yang disebabkan dari banyak faktor, misalnya dari situasi ekonomi, bursa saham kinerja memburuk, politik tidak stabil, dan faktor lainnya yang dapat menyebabkan penurunan nilai aktiva bersih.
4.        Biaya investasi
           Para investor akan dikenakan biaya baik itu fee manajer investasi, biaya penyimpanan bank kustodian, operasional dan tentunya marketing reksadana. Biaya – biaya ini berdampak pada return yang akan diterima investor, karena hasil investasi akan dipotong langsung untuk membayar semua biaya ini.
5.        Penutupan reksadana
           Sebuah perusahaan reksa dana akan ditutup apabila jumlah dana yang dikelola dibawah nilai minimum yang telah diatur oleh OJK, tentu saja hal ini akan sangat berimbas kepada para investor yang mana tempat mereka berinvestasi ditutup oleh OJK.



Artikel Terkait

Load comments