Minggu, 25 Oktober 2020

Ketahui 4 Trik Berbisnis Menggunakan Uang Pesangon Bagi Anda Yang Baru Kena PHK

 


Ketahui 4 Trik Berbisnis Menggunakan Uang Pesangon Bagi Anda Yang Baru Kena PHK - Karyawan yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) berhak untuk mendapatkan pesangon. Hal ini juga ditetapkan berdasarkan keterangan pada pasal 156 ayat 2 undang-undang No.13 Tahun 2003. Uang pesangon menjadi sumber dana yang bisa dipakai untuk membiayai kehidupan sehari-hari setelah terkena PHK dan belum memiliki penghasilan.

 

Pesangon biasanya didapat dalam jumlah yang cukup besar, apalagi jika Anda sudah bekerja selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, uang pesangon yang didapatkan sebaiknya diatur dengan sangat baik supaya bisa menjadi sumber kehidupan dan modal untuk berbisnis sebagai investasi jangka panjang.

 

Untuk mempersiapkan masa tidak tenang ini, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan. Anda harus mempersiapkan serta menyesuaikan beberapa agenda finansial yang baru, yakni mengatur pengeluaran, dan mencari pengganti penghasilan yang lama. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah menurunkan gaya hidup dan mencari sumber pemasukan baru dengan segera.

 

Kadang kala uang pesangon menjadi sangat menggiurkan untuk dihambur-hamburkan. Namun, sebaiknya gunakan uang pesangon secara cerdas. Seperti menyisihkan sebagiannya untuk memulai bisnis baru sebagai investasi jangka panjang agar uang tersebut tidak hilang tak bersisa. Berikut 4 trik yang bisa Anda coba lakukan untuk memulai bisnis memanfaatkan uang pesangon.

 

1. Ketahui Aset Yang Anda Miliki

Sebelum membahas cara mengelola uang pesangon dengan lebih jauh, Anda harus menghitung kembali semua aset yang Anda punya. Buat list dari aset-aset liquid tersebut, seperti dana darurat, jumlah tabungan, serta uang pesangonnya.

 

Kemudian memasukan pula aset investasi yang Anda miliki. Jadi bukan hanya uang pesangon, tapi total dari semua aset yang Anda miliki ini, bisa menjadi sumber dana selama Anda belum mendapat pekerjaan yang baru serta sebagai modal untuk memulai bisnis memanfaatkan uang pesangon.

 

Sebab itu penting hukumnya untuk memiliki dana darurat berupa aset liquid atau aset yang mudah dicairkan, karena kita tentu saja tidak pernah tahu akan datangnya hal-hal yang tidak terduga terjadi di masa depan. Tapi kita bisa mengantisipasi hal itu, sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

 

2. Mengatur Pengeluaran Harian Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Mengatur dengan membuat catatan seluruh pengeluaran yang Anda lakukan setiap harinya memang terdengar merepotkan, tetapi hal ini terbukti bisa menjadi cara mengelola uang pesangon yang efektif, lho.

 

Melakukannya dengan disiplin, Anda akan jadi lebih berhati-hati dalam melakukan pengeluaran. Hal tersebut juga bisa menjadi filter mana keperluan yang sangat penting dan tidak terlalu penting. Sekarang dengan semua akses digital, banyak aplikasi yang bisa Anda manfaatkan secara gratis untuk membantu dalam mencatat pengeluaran harian.

 

3. Bijak Dalam Membayar Hutang

Wajar saja untuk berfikir segera melunasi hutang saat Anda mendapatkan uang pesangon. Tapi bukan berarti Anda membayarkan semua uang tersebut untuk melunasi hutang. Walaupun mungkin Anda takut hutangnya tidak terlunasi, tapi ingatlah bawah melunasi semua hutang tidak selalu menjadi cara terbaik untuk meringankan bebas setelah terkena PHK.

 

Jika salah dalam perhitungannya setelah melunasi hutang, Anda bisa saja kembali berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Cara yang paling bijak dalam mengatasi hutang saat kondisi seperti ini ialah coba mengajukan rekturisasi atau memperpanjang waktu pelunasan sehingga cicilannya menjadi lebih kecil. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menjual aset yang dicicil seperti kendaraan atau barang elektronik yang tidak terlalu dipakai.

 

4. Hilangkan Pengeluaran Yang Tidak Perlu

Untuk sementara waktu, dalam masa berhemat sebaiknya hilangkan pengeluaran tidak perlu seperti hiburan dan jalan-jalan yang menghabiskan banyak dana. Tapi jika dinilai terlalu berat, Anda bisa mengurangi sebagiannya saja.

 

Anda juga harus berusaha mengubah gaya hidup menjadi lebih berhemat. Selain itu, tutup dulu sebagian asuransi yang Anda miliki kecuali asuransi kesehatan karena itu penting. Anda wajib berhemat selama belum mendapatkan pekerjaan baru dan alihkan uang hasil penghematan tersebut untuk menabung ataupun investasi. Tidak perlu sebanyak seperti sebelumnya tetapi paling tidak Anda memilikinya.

 

Langkah selanjutnya untuk melakukan bisnis memanfaatkan uang pesangon adalah dengan mendirikan usaha, mulailah usaha kecil-kecilan, dan jalani sesuai dengan passion serta kompetensi. Alokasikan dana sebesar 20 persen dari total uang pesangon. Alokasi ini termasuk cadangan modal tambahan untuk minimal 3 bulan kedepan. Hal ini untuk berjaga-jaga jika hasil usaha yang Anda jalankan tidak sesuai dengan perencanaan.

 

Mudahkan mengelola uang pesangon? Jika bisa melakukannya dengan baik, maka Anda akan mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Sehingga PHK bukan berarti berhenti berusaha, harus tetap semangat ya! Masih banyak jalan yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan uang pesangon agar tidak habis secara percuma.

 

Artikel Terkait

Load comments